Nasional

Kamis, 07 Februari 2019

Ketua KPU Dharmasraya Meradang. Usir Dan Hendak Laporkan Wartawan Ke Polisi

Ketua KPU Dharmasraya Maradis meradang hingga mengusir beberapa orang wartawan saat melakukan konfirmasi diruangannya terkait pelaksanaan  Sosialisasi Pemilu 2019 yang dilaksanakan dihalaman Kantor KPU, Rabu (06/02) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kegiatan yang bertemakan "Mewujudkan Sosialisasi Pemilu 2019 Bebas Konflik", yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Amrizal Dt Rajo Medan, hingga menimbulkan polemik ini, disebabkan karena tidak adanya melibatkan para wartawan yang ada didaerah Dharmasraya ini.

Atas dasar itulah para beberapa awak media diantaranya, Syafri Piliang dari Singgalang, Ardi dari Investigasi, Agus dari Posmetro dan Adrial dari Minang Terkini , menanyakan kepada ketua KPU terkait dengan acara itu,yang mana niat Syafri Piliang sekaligus ingin membawa aspirasi rekan-rekan wartawan dari berbagai media cetak dan online yang bertugas di Kabupaten Dharmasraya.

“Mak Maradis rekan-rekan wartawan selalu bertanya kepada Saya terkait dengan loyalitasnya terhadap kuli tinta sebagai mitra kerja,” ucap ucap Syafri Piliang itu kepada Ketua KPU Maradis.

Maradis menjawab bahwa itu acara Provinsi dan bukan acara KPU Dharmasraya.Maradis juga menyebutkan bahwa telah ada dua orang perwakilan dari media yang di KPU ini,dan mereka menerima gaji setiap bulannya selama Pileg ini berlangsung.

Dan tidak hanya itu,Maradis mendengar kata-kata yang disampaikan Syafri Piliang tersebut,menanggapi lain. "Loyalitas apalagi yang tidak saya berikan, berita dan informasi selalu saya berikan. Kalau kawan-kawan media datang tetap kami layani, namun kata-kata uda Peri tentang “loyalitas” tu ndak bisa ambo tarimo, itu samo jo mengkebiri ambo ma, alias menekan,” jawab Maradis dengan nada jengkel.

Di lain hal, Ardi dari Investigasi berusaha menjelaskan kepada Ketua KPU bahwa kedatangan wartawan ini selain untuk silaturahmi juga untuk meminta konfirmasi terkait Kegiatan Sosialisasi Pemilu 2019 dan tidak ada maksud untuk menekan.

“Kami kesini untuk silaturahmi, selain itu juga memperkenalkan Agus dari Posmetro Padang yang baru bertugas di Dharmasraya. Dan yang baru kali ini bertemu dengan Ketua KPU, Kami juga meminta keterangan tentang kegiatan sosialisasi tersebut,” ujar Ardi.

Lantaran kesal dengan ucapan Syafri piliang yang melontarkan kata-kata ‘Loyalitas’ membuat Ketua KPU murka dan mengusir seluruh wartawan yang ada diruangannya.

Sambil berkata, “Kok model ko ndak bisa ambo layani, tentang loyalitas ambo, samo sajo uda mengkebiri ambo ma, kalua lah kito lai,” ucap Maradis Ketua KPU sambil berdiri dan keluar dari ruangannya.

Ketika keluar dari ruangan, ternyata Maradis langsung memanggil salah seorang Anggota Polisi yang sedang bertugas di Kantor KPU saat itu.

Tak sampai disitu saja, Ketua KPU juga menyebutkan bahwa telah merekam pembicaraan dengan wartawan tersebut disaat konfirmasi,bahkan sampai mengancam oknum wartawan akan dilaporkan ke Mapolres.

“Pembicaraan ko lah ambo rekam, akan ambo laporkan ka Polres,” ungkap Maradis dengan nada tinggi.

Sementara, Ardi dari investigasi dan Agus dari Posmetro sangat menyayangkan sikap Ketua KPU yang bersifat arogan terhadap insan Pers selaku mitra kerja.

Kedatangan kami sesuai dengan tupoksi atau profesi sebagai jurnalis yang mau konfirmasi terkait dengan adanya kegiatan dihalaman Kantor KPU tersebut, apalagi Ketua KPU merekam pembicaraan wartawan yang tidak ada bermaksud apa-apa hanya sebatas konfirmasi, silaturahmi dan itu patut dipertanyakan,” sesalnya.

“Saya juga tidak mengira tujuan untuk silaturahmi dan konfirmasi Kegiatan Deklarasi Pemilu Damai 2019 ini malah berujung pengusiran,” ujar Agus

“Bahkan kopi yang baru saja disajikan belum dipersilakan untuk dicicipi malah Kami diusir dari ruangan, hanya lantaran kata-kata “loyalitas” dianggap mengkebiri Ketua KPU, bahkan Kami diancam akan dilaporkan ke Polres dengan bukti rekaman pembicaraan,” ujar Agus.

Ketika hal ini didengar oleh rekan - rekan awak media lainnya dan langsung melakukan konfirmasi kepada Ketua KPU melalui ponselnya, Ia membenarkan adanya empat wartawan datang keruangannya tadi. Dan Ia cuma tidak menerima penekanan dari Syafri Piliang yang melontarkan kata-kata kasar kepadanya, sedangkan tiga wartawan lainnya bersikap sopan kepadanya. (**)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar