Nasional

Selasa, 20 Juni 2017

PULUHAN PEKERJA PROYEK HOTEL EMERSIA BATUSANGKAR DEMO, PIHAK PT. PP DINILAI INGKAR



TANAH DATAR, Minangterkini.com - Sekitar 50 orang lebih pekerja pada proyek hotel Emersia Batusangkar lakukan demo dan menuntut PT. Perum Perumahan (PP) Urban sebagai pihak pengembang penuhi janji saat mereka dipekerjakan.

Aksi demo pekerja dari Solo Provinsi Jawa Tengah tersebut, berlangsung hingga selasa (20/06/17) dini hari. Sebahagian mereka menjaga mess staff karyawan PT. PP itu agar karyawan BUMN tersebut tidak meninggalkan tempat sebelum ada penyelasain.

Informasi yang didapat minangterkini.com di lokasi kejadian, selasa (20/06/17), jika para pekerja yang rata rata dibayar Rp 85 ribu sampai Rp 110 ribu per hari tersebut menuntut pihak PP menepati janji sebelum mereka dijeput ke Solo dulu. Mereka meminta gaji dan tunjangan lainnya, termasuk memulangkan mereka kembali ke daerah asalnya.

"Bayar gaji kami, penuhi janji perusahaan untuk memulangkan kami satu minggu menjelang lebaran. Karena hasil keringat itu sudah ditunggu keluarga kami di kampung," ucap Agus (50) salah seorang mandor pada proyek hotel Emersia Batusangkar.

Agus menambahkan, aksi ini dilakukan oleh para pekerja karena ketidak konsistenan pihak PT. PP Urban dalam memenuhi kewajiban kepada pekerja. Sementara itu lanjut Agus, ia dan rekan rekan lainnya dijanjikan dibayar pada Jumat esok.

"Sementara mereka para staff perusahaan sudah mengantongi tiket untuk pulang cuti lebaran. Toh nasib kami mau dikemanakan, makanya mereka tidak boleh kami lepaskan begitu saja," tutur Agus.

Hal serupa katanya, tidak hanya terjadi menjelang lebaran tahun 2017 ini, menjelang lebaran tahun 2016 lalupun pihak PP Urban juga didemo karena ingkar dalam penyelesaian hak kepada pekerja.

"Kami dengar pihak owner sudah membayarkan progres pekerjaan kepada pihak PP, namun mereka dengan alasan tidak jelas masih menahan gaji dan uang tiket untuk pulang. Kami minta pihak terkait di Tanah Datar ini bisa menyelesaikan persoalan kami dengan pihak PP," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga di lokasi proyek hotel berbintang pertama di Tanah Datar ini, Nanda (53) mengaku ikut dalam aksi para pekerja asal Jawa tersebut.

"Alasannya, masih ada tagihan makan para pekerja yang juga masih belum dibayarkan oleh pihak pengembang, sementara itu esok mereka sudah cuti. Nasib kami mau diapakan," tutur Nanda.

Dilain pihak, ketika minangterkini.com mencoba mengklarifikasi kejadian yang sempat membuat heboh warga Parak Juar Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum, Tanah Datar itu, Proyek Manager PT. PP Urban Ribut engan banyak berkomentar.

"Besok saja pak, itu bisa diselesaikan kok. Mereka semua dari Jawa, besokpun mereka masih bekerja. Jadi bapak kembali saja besok," kata Ribut yang tidak dapat berkomentar apa apa.(doy/mt),

Tidak ada komentar:

Posting Komentar