Nasional

Selasa, 29 Maret 2016

Viki Siswi SMPN 6 Bukittinggi Meninggal Karena DBD, Dengan Kondisi Trombosit 8.000

BUKITTINGGI, MINANG TERKINI : Direktur Rumah Sakit Ibnu Sina Bukittinggi Yarsi Sumbar, Zulfa, memastikan bahwa Viki Ferdian Putri (15), seorang siswi kelas 9 SMPN 6 Bukittinggi, positif Demam Berdarah Dengue (DBD).
“Ya, Viki positif DBD. Ia meninggal dunia tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB,” ujar Zulfa, Senin 28 Maret 2016.
Namun Zulfa mengaku tidak tahu banyak tentang riwayat penyakit yang diidap Viki, dengan alasan belum mendapat laporan lengkap dari tim medis. Bahkan Zulfa mengaku tidak mengetahui persis, kapan Viki mulai dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina Bukittinggi Yarsi Sumbar.
“Untuk keterangan lebih lengkap, silahkan telepon besok ya,” pungkas Zulfa.
Viki dimakamkan tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB, tidak jauh dari rumah duka, kawasan Koto Gadang Kelurahan Koto Selayan Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) Kota Bukittinggi.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi Syofia Dasmauli mengatakan, sebelum meninggal dunia, nilai trombosit Viki sempat turun drastis mencapai 8.000 mikro-liter darah. Padahal, nilai trombosit normal berada direntang 150.000 hingga 450.000 mikro-liter darah.
“Viki mulai masuk rumah sakit pada hari Jumat (25 Maret 2016) siang. Dari Jumat siang hingga malam, trombosit Viki sempat down mencapai 8.000. Tapi setelah dirawat intensif di Rumah Sakit Ibnu Sina, nilai trombosit Viki sempat naik mencapai 43.000 pada Sabtu (26 Maret 2016) pagi,” jelasnya.
Syofia Dasmauli menambahkan, tak hanya Viki yang menderita Demam Berdarah Dengue (DBD), tapi kedua orangtua Viki juga mengidap DBD.
“Pertama ayah Viki yang kena DBD, siap itu Ibunya. Diduga DBD yang mengidap keluarga Viki ini berasal dari tempat kerja ayahnya Viki,” ujarnya.
Dengan kejadian ini, maka selama tahun 2016 ini, telah dua orang warga Bukittinggi yang meninggal dunia karena DBD.
Sebelumnya, seorang pelajar di Bukittinggi bernama Angga Maulana Putra meninggal dunia akibat diserang DBD, Senin 1 Februari 2016. Angga meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIB setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina Bukittinggi Yarsi Sumbar. Angga Maulana Putra merupakan pelajar kelas VII SMP Negeri 1 Bukittinggi. (Gus/MT)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar